RENUNGAN HARIAN KRISTEN TERBARU, KAMIS 24 MEI 2022 1245. BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA Oleh E. Gunawi Sp. FIRMAN TUHAN Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB. Shalom. Puji Tuhan! Dari Bantul, Yogyakarta, Indonesia, kami Renungan Harian Kristen Terbaru, menyampaikan salam sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus, kepada semua pembaca dari segala bangsa sampai ke ujung bumi. Oleh karena kasih karunia-Nya yang sudah dilimpahkan kepada kita, maka kita memperoleh kesempatan untuk menikmati hari-hari yang indah ini dengan penuh sukacita dan damai sejahtera. Oleh sebab itu, marilah kita naikkan ibadah, doa, ucapan syukur, hormat, pujian, penyembahan, persembahan dan pelayanan untuk kemuliaan nama-Nya. Pada hari yang sangat berbahagia ini, mari kita lengkapi aktivitas kita dengan merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB. Topik yang kita tampilkan kali ini, adalah BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK MELIHAT, NAMUN PERCAYA. Pengantar Sungguh! Ketidakpercayaan Tomas terhadap kebangkitan dan penampakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya merupakan salah satu kisah yang menarik sehingga sering dibahas oleh banyak orang. Bahwasanya, Tomas yang sangat bersikeras tidak percaya terhadap kebangkitan dan penampakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya itu berkata “…, sekali-kali aku tidak akan percaya”, sebelum dirinya melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum ia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung-Nya. Secara global, ayat-ayat Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB, antara lain menuturkan perihal sebagai berikut. Pertama, Tomas yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke sana. Kedua, Tomas berkata kepada mereka bahwa sekali-kali aku tidak akan percaya. Ketiga, Tuhan Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Keempat, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi. Kelima, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Pertama, Tomas yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke sana Alkitab mencatat bahwa Tomas adalah salah satu dua belas murid Tuhan Yesus. Kali ini, Alkitab menuturkan bahwa Tomas yang juga disebut Didimus itu, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Tuhan Yesus datang di tempat itu. Dalam Kitab Injil Yohanes 2024, Firman Tuhan mengatakan kepada kita “Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.” Kedua, Tomas berkata kepada mereka bahwa sekali-kali aku tidak akan percaya Oleh sebab Tomas yang disebut Didimus itu tidak berada di situ, maka ia pun tidak melihat kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang dilihat oleh para murid-Nya yang lain. Karenanya, maka para murid-Nya kata yang lain itu berkata kepadanya bahwa mereka sudah melihat Tuhan Yesus. Alkitab juga mengungkapkan bahwa Tomas kemudian berkata kepada mereka bahwa sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, sekali-kali dia tidak akan percaya. Tomas juga mengatakan bahwa sebelum dia mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu, dia tidak akan percaya. Bahkan, Tomas juga berkata bahwa sebelum ia mencucukkan tangannya ke dalam lambung-Nya, maka ia sekali-kali tidak akan percaya. Dalam perkataan lain, Tomas tidak akan percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, apabila ia belum melihat membuktikannya sendiri. Sekaitan dengan itu, marilah kita baca dan kita selidiki Firman Tuhan yang ditulis dalam Kitab Injil Yohanes 2025. Kitab Suci mengatakan kepada kita “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”” Ketiga, Tuhan Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!” Lantas, delapan hari kemudian, Alkitab menyatakan bahwa murid-murid Tuhan Yesus berada kembali dalam rumah itu. Pada waktu itu, Tomas juga berada bersama-sama dengan mereka di sana. Dikisahkan bahwa pintu-pintu rumah terkunci rapat. Hal itu karena mereka juga kuatir kalau-kalau ada orang-orang Yahudi yang mengetahui mereka di rumah itu. Namun, tiba-tiba Tuhan Yesus datang di sana. Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan menyapa “Damai sejahtera bagi kamu!” Dalam konteks itu, perhatikan dan periksalah Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 2026. Tuhan berfirman “Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!”” Keempat, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi Lebih lanjut, Firman Tuhan kemudian mengatakan bahwa Tuhan Yesus lalu berkata kepada Tomas agar dia menaruh jarinya di sini dan lihatlah tangan-Nya. Agar Tomas mengulurkan tangannya dan mencucukkan ke dalam lambung-Nya. Kemudian Tuhan Yesus berkata kepadanya agar dia jangan lagi tidak percaya lagi, melainkan percaya pada kebangkitan dan penampakan-Nya. Hal demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Yohanes 2027. Alkitab menyatakan kepada kita “Kemudian Ia berkata kepada Tomas “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”” Kelima, berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya Sejatinya, Tuhan Yesus Kristus memang sudah datang menemui mereka, para murid-Nya. Dan mereka semua percaya kepada-Nya. Hanya Tomas yang disebut Didimus itu yang meminta bukti, agar ia melihat-Nya sendiri dan membuktikan bahwa Dia itu benar Yesus Kristus, Tuhan kita. Alkitab menceritakan bahwa Tuhan Yesus berkenan terhadap pernyataan Tomas. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Dia menunjukkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya termasuk Tomas. Meskipun semua pintu rumah tempat mereka berkumpul terkunci rapat, namun Tuhan Yesus dapat masuk dan sudah berdiri di antara mereka. Tuhan Yesus justeru sudah menyapa mereka dengan lemah lembut. Itulah sebabnya, maka Tomas kemudian menyadari dirinya bersalah dan berdosa karena tidak percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada harinyang ketiga, serta tidak percaya pada penampakan-Nya. Oleh sebab itu, maka Tomas pun menjawab Dia dan berkata “Ya Tuhanku dan Allahku!” Sungguh! Tomas menyadarinya. Tomas kemudian menyebut Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan Allahnya. Baginya, tidak ada tuhan lain selain Dia, Yesus Kristus. Demikian dinyatakan dalam Kitab Injil Yohanes 2028, yang berbunyi “Tomas menjawab Dia “Ya Tuhanku dan Allahku!” Dalam pada itu, Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Yohanes 2028-29, berbunyi “Kata Yesus kepadanya “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”” Melalui ayat Firman Tuhan ini, kita mendapati bahwa Tuhan Yesus lalu berkata kepada Tomas. Bahwasannya karena dia telah melihat Tuhan Yesus, maka dia percaya. Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. Benar! Tuhan Yesus mengatakan “…. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Kendati sebelum melihat diri-Nya, Tomas tidak percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati dan penampakan-Nya, namun Tuhan Yesus hanya menjaganya dengan lembut. Tuhan Yesus berkata kepada Tomas “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”” Hal demikian adalah suatu bukti, bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak menghendaki umat-Nya dan murid-Nya tersesat dan menjauhi-Nya. Tuhan Yesus merindukan semua umat dan murid-Nya tetap setia kepada-Nya sampai pada akhirnya Oleh sebab itu, ketika Tomàs kemudian mengatakan “Ya Tuhanku dan Allahku!”, Maka Tuhan Yesus pun berkata kepada Tomas “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya.” Oleh sebab Tomas melihat dirinya, maka Tomas kemudian percaya kepada kebangkitan-Nya dari antara orang mati pada hari yang ketiga dan percaya penampakan-Nya. Sebagai Tuhan yang sangat mengasihi umat-Nya, maka Tuhan Yesus Kristus kemudian mengingatkan Tomas dan para murid-Nya pada zaman itu, dan kepada kita pada masa kini dan kepada semua orang percaya dari generasi ke generasi “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Pelajaran yang dapat kita petik Lantas, bagaimanakah dengan diri kita sesudah membaca, mempelajari, memperhatikan dan merenungkan Firman Tuhan yang dikutip dalam Kitab Injil Yohanes 2024-29 TB? Apakah kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya, lebih percaya dan sangat percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah melihat-Nya? Apakah kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam? Apakah kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia? Sudah tentu, kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya, lebih percaya dan sangat percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah mekihat-Nya. Tentu, kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam. Sudah tentu, kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia. Berbahagialah kita Berbahagialah kita dan dan semua peribadi di antara kita sudah percaya kepada kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga, meskipun kita belum pernah melihat-Nya. Karena Dia sudah lebih dahulu mengampuni dan menyelamatkan kita dari segala dosa dan pelanggaran dengan kelimpahan kasih setia dan kasih karunia-Nya pada waktu-Nya. Berbahagialah kita dan semua peribadi di antara kita percaya bahwa kebangkitan Dia, Yesus Kristus, Tuhan kita, Anak Tunggal Allah Bapa, Mesias dan Juru Selamat manusia, adalah untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa dan maut dalam nyala api yang tidak pernah padam. Karena Dia sudah menyediakan upah besar di Kerajaan sorga. Berbahagialah kita dan semua peribadi di antara kita yang sudah percaya dan mengikut, melayani dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga dengan setulus hati dan segenap jiwa, serta setia beribadah, berdoa, bersyukur, memuji, menyembah dan melayani Dia. Karena Dia sudah menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dan damai sejahtera di sorga. JESUS CHRIST BLESS YOU AND US. HALLELUJAH. AMEN. ********* Terima kasih Ibu/Bapak/Saudara/ saudari yang sudah berkenan membaca Renungan Harian Kristen Terbaru ke-1245, edisi hari ini yang dipublikasikan melalui blog edisi hari ini. Amin. gmail
RenunganHarian Pelita Hati Minggu, 19 April 2020MINGGU KERAHIMAN ILAHIInjil Yohanes 20:19-31Bersama Romo Thomas Suratno, SCJGereja Katolik St StefanusParoki
Iasepenuhnya percaya bahwa Yesus sungguh telah bangkit. Menanggapi sikap Tomas, Yesus berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Perkataan ini ditujukan kepada kita semua. Seperti Tomas, kita pun sering kali ragu dan kurang percaya akan kuasa Allah. Kita sering meragukan-Nya dalam banyak hal.
BerbahagialahMereka Yang Tidak Melihat Namun Percaya. Yohanes 20:29. Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya." Coba kita lihat bagaimana Yesus bertanya kepada murid-Nya mengenai siapa dirinya menurut orang lain, dan menurut mereka sendir.
Tantanganiman zaman sekarang ini adalah percaya namun tidak melihat. Semoga kita yang beriman kepada Yesus tetap setia kepada-Nya meskipun tidak melihat-Nya
RenunganHarian #RenungaKatolik #ImanKatolik #SantoThomasRasul #SikapIman #Percaya #Kurangpercaya #Bukti #KehadiranTuhan #Roh #Tidakmelihatnamunpercaya #Romo
Berbahagialahmereka yang tidak melihat, namun percaya." 30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
TikTokvideo from AlwinAlinan_ (@alwinalinan_): "Berbahagialah kamu yang tidak melihat namun percaya🙃##tambangbatubarakalimantan #CaffinoBaristan #kalimantantimur". suara asli - AlwinAlinan_.
Percayaakan kebangkitan Kristus maka damai sejahtera Kristus akan diberikan kepada kita.
Namun ketika ia berkumpul kembali dengan para murid yang lain dan Yesus yang bangkit itu menampakkan diri-Nya kembali, Yesus pun menyapa secara khusus Tomas yang kurang percaya itu. ".. jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah" "Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya!" Percaya berarti tidak harus melihat
Xj9Qd1t.